Analisa Usaha Roti dan Peluang Usaha Kue

posted in: Mesin Roti | 0

Analisa Usaha Roti dan Peluang Usaha Kue

Analisa Usaha Roti

Analisa Usaha Roti dan Peluang Usaha Kue, Bisnis di bidang kuliner memang tidak pernah sepi peminat. Bisnis roti dan kue alias bakery menjadi satu dari banyak yang dicoba pengusaha pemula. Usaha roti menjamur dari sekedar jajanan pinggir jalan hingga toko roti besar seperti Bread Talk.  Meski bukan makanan utama masyarakat Indonesia, roti menjadi pilihan favorit menu sarapan atau cemilan. Karenanya pangsa pasar yang luas membuat bisnis roti patut diperhitungkan sebagai usaha berprospek menguntungkan.

Persaingan bisnis di bidang kuliner khususnya bakery memang cukup ketat. Roti dengan tekstur yang lembut dan varian rasa beragam menjadi kunci sukses bisnis bakery. Menengok sejarah, roti mulai dibuat pada tahun 2600 SM oleh bangsa Mesir. Ragi sebagai bahan utama roti dikenal sejak tahun 3500 SM. Dulu bangsa Mesir menjemur adonan roti yang telah dicampur roti di bawah sinar matahari agar bisa mengembang sempurna.

Kini membuat roti yang enak tak perlu serepot dulu tentunya. Peralatan membuat roti tersedia banyak di pasaran. Ada banyak jenis roti yang bisa menjadi pilihan untuk bisnis Anda. Roti tawar, roti manis, roti isi dan sebagainya. Pemilihan jenis roti menentukan proses produksi dan target pasar Anda. Roti juga bukan makanan yang tahan lama, untuk itu tempat penyimpanan pelu Anda pikirkan. Untuk bahan dasar rotinya pun Anda bisa buat sendiri. Dengan menyiapkan tepung terigu, ragi, air dan garam Anda bisa menghemat biaya membuat roti sesuai kebutuhan. Berikut analisa usaha untuk membuka usaha roti sendiri:

Analisa Usaha Roti

 BIAYA INVESTASI AWAL BISNIS ROTI

Keterangan

Unit

Harga

Total

Mixer

1

Rp  4.500.000

Rp  4.500.000

Blender

1

  Rp      210.000    Rp      210.000
Microwave

1

  Rp  1.500.000    Rp   1.500.000
Oven Toaster

1

  Rp 1.000.000    Rp 1.000.000
Kompor Gas

1

Rp     200.000

Rp     200.000

Lemari Es

1

       Rp 1.500.000        Rp 1.500.000
Frypan

1

  Rp       25.000    Rp       25.000
Loyang

1

  Rp       20.000    Rp       20.000
Peralatan Masak

1

       Rp       50.000        Rp       50.000
Panci

1

       Rp       15.000        Rp       15.000

Total

       Rp 9.020.000

 

BIAYA OPERASIONAL

Peralatan

Harga

Unit

Total

Bahan baku roti   Rp       3.500.000

1

     Rp      3.000.000
Bahan penunjang (selai, ceres, dll)   Rp          100.000

1

  Rp         100.000
Listrik (sebulan)   Rp        150.000

1

  Rp        150.000
Tabung gas 3 kilogram   Rp          15.000

10

  Rp        150.000
Biaya lain-lain   Rp        200.000

1

  Rp        200.000

Beban Tetap

  Rp    3.600.000

Untuk satu kali naik Loyang membuat roti Anda memerlukan: Tepung terigu 1 Kg, telur 2 Kg, ragi 1 ons, margarine 1 Kg, gula 1 Kg, baking powder dan vanilli secukupnya. Bila harga stabil Anda hanya perlu mengeluarkan uang kurang lebih Rp 50.000 untuk semua bahan di atas. Maka dalam satu bulan Anda mengeluarkan uang sekitar Rp 50.000 x 2 kali naik Loyang dalam sehari x 30 hari dalam sebulan= Rp 3.000.000.

Dari biaya bahan pokok sebesar Rp 3.000.000 untuk pembuatan roti dalam sebulan atau 60 loyang roti, Anda bisa membuat 900 buah roti, dengan asumsi satu Loyang didapatkan 15 buah roti. Maka total HPP per roti adalah Rp 3.000.000/900 = Rp 3.500. Anda bisa menjualnya dengan harga roti pasaran yaitu sekitar Rp 5.000 – Rp 7.500. Di sini kita ambil harga perkiraan tengah senilai Rp 6.000 per buah roti. Biaya operasional bulanan untuk listrik dan tabung gas total sebesar Rp 300.000, dengan pembagian per hari mengeluarkan biaya Rp 10.000.

Perhitungan Laba Rugi

URAIAN

Aktivitas Penjualan

20 roti/hari

25 roti/hari

30 roti/hari

Omzet      Rp  120.000         Rp  150.000       Rp      180.000
HPP (Rp 3.500/roti)      Rp    70.000         Rp    87.500       Rp      105.000
Laba kotor (omzet-HPP)      Rp    50.000         Rp    62.500       Rp        75.000
Biaya
Biaya operasional (harian)      Rp    10.000         Rp    10.000        Rp       10.000
Net Profit (Laba kotor-biaya)      Rp    40.000         Rp    52.500        Rp       65.000

 

Untuk menambah aliran dana, Anda bisa membuat kue dan roti untuk perayaan seperti ulang tahun atau lebaran. Harga jual untuk kue ulang tahun sendiri dimulai dari Rp 100.000 hingga jutaan Rupiah. Selain pemilihan bahan, pemilihan peralatan pembuat adonan pun menjadi poin penting untuk menghasilkan kue dan roti yang enak. Ramesia Mesin menjual mixer roti untuk membantu proses produksi roti Anda lebih mudah.

Ramesia Mesin menyediakan mixer roti dengan jenis Planetary dan Spiral. Keduanya dibanderol dengan harga terjangkau bagi Anda yang ingin memulai bisnis kudapan kue dan roti. Hubungi marketing kami untuk konsultasi gratis peralatan masak apa saja yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis kuliner dan dapatkan potongan diskon menarik!

Analisa Usaha Roti dan Peluang Usaha Kue

Leave a Reply